Redesign website: apa yang harus dijaga, dan apa yang harus diperiksa

Desain baru tidak otomatis memperbaiki hasil pencarian. Yang bisa terjadi justru sebaliknya: alamat halaman berubah, tautan lama putus, dan posisi yang dibangun bertahun-tahun hilang dalam seminggu. Risiko itu bisa diperkecil kalau pekerjaannya dimulai sebelum launching.

Oleh TULUS Diterbitkan Diperbarui 4 menit baca

Jawaban singkatnya

Redesign jauh lebih aman kalau tujuh hal ini dikerjakan berurutan: catat keadaan sekarang (baseline), inventarisasi semua halaman dan alamatnya, tentukan apa yang dijaga, petakan redirect untuk setiap alamat yang berubah, periksa pemindahan isi dan tautan, uji sebelum launching, lalu amati sesudahnya. Desain hanya satu bagian dari pekerjaan, dan bukan bagian yang menentukan apakah website Anda masih ditemukan.

1. Catat baseline

Sebelum ada yang berubah, simpan gambaran keadaan sekarang: pencarian apa yang menampilkan website Anda dan halaman mana yang paling banyak dibuka (Google Search Console menyimpan data 16 bulan), kunjungan dari analytics kalau ada, daftar halaman yang diindeks, dan kecepatan halaman utama yang diukur. Tanpa baseline, Anda hanya bisa menduga apakah redesign membantu atau merusak.

2. Inventarisasi halaman dan alamat

Kumpulkan semua alamat yang ada: dari sitemap lama, dari laporan Page indexing di Search Console, dan dari menu website. Hampir selalu ada yang terlupa: PDF, halaman kampanye lama, halaman yang tidak ada di menu tetapi masih mendapat kunjungan dari Google. Untuk setiap alamat, putuskan satu dari empat: dipertahankan, dipindahkan ke alamat baru, digabung dengan halaman lain, atau dihapus.

3. Jaga konten dan alamat yang berguna

Kalau alamat tidak perlu berubah, jangan ubah. Judul, deskripsi, dan isi halaman yang sudah menjawab pertanyaan pelanggan sebaiknya dijaga dan diperbaiki, bukan ditulis ulang dari nol. Website baru yang “lebih ringkas” sering membuang halaman yang justru mendatangkan pengunjung, dan itu baru ketahuan setelah angkanya turun.

4. Petakan redirect

Setiap alamat lama yang berubah harus mengarah ke satu alamat baru yang isinya paling dekat, bukan semuanya ke beranda. Gunakan redirect permanen (301). Menurut Google, redirect permanen membuat alamat tujuan yang ditampilkan di hasil pencarian, sedangkan redirect sementara menampilkan alamat lamanya. Pertahankan redirect itu setidaknya satu tahun menurut Google. Untuk pengunjung, lebih baik selamanya.

Hal yang sama berlaku untuk versi alamat yang berbeda: http dan https, dengan dan tanpa www. Pilih satu alamat kanonik, dan arahkan yang lain ke sana. Pada website Care Physio (studi kasus dalam bahasa Inggris), domain tanpa www dan versi http diarahkan dengan 301 ke satu alamat kanonik, dan setiap entri sitemap-nya membawa tanggal perubahan terakhir yang hanya berubah ketika isinya berubah.

5. Periksa pemindahan isi dan tautan

Untuk setiap halaman di website baru, periksa:

  • judul dan deskripsi ada, dan tidak sama dengan halaman lain;
  • urutan heading masuk akal;
  • gambar punya teks alternatif;
  • tautan internal mengarah langsung ke alamat baru, bukan lewat redirect;
  • tag canonical menunjuk ke halaman itu sendiri (saran Google untuk setiap alamat baru);
  • tautan hreflang diperbarui ke alamat baru, kalau website Anda multibahasa.

Sitemap baru harus hanya berisi alamat yang memang ingin Anda tampilkan.

6. Uji sebelum launching

Di versi uji coba (staging), jalankan pemeriksaan yang bisa diulang: crawler untuk tautan putus, dan setiap baris peta redirect dicoba satu per satu.

Yang mudah terlewat adalah larangan dari masa pengembangan. Ada dua jenis, dan cara kerjanya berbeda. Aturan di robots.txt melarang crawling: Google tidak membuka halamannya, tetapi alamatnya tetap bisa muncul di hasil pencarian, tanpa deskripsi, kalau ditautkan dari tempat lain. Aturan noindex melarang pengindeksan: begitu Google membacanya, halaman itu dikeluarkan dari hasil pencarian. Untuk membaca noindex, Google harus bisa membuka halamannya, jadi noindex di halaman yang diblokir robots.txt tidak akan pernah terbaca. Untuk menyembunyikan staging dari Google, gunakan noindex atau kata sandi, bukan robots.txt. Saat website tayang, cabut keduanya.

Pemeriksaan semacam ini murah kalau dilakukan sebelum orang lain menemukannya. Contoh dari website ini sendiri: pada 3 Oktober 2026, sebuah audit menemukan bahwa /sitemap.xml, alamat yang paling sering dicoba orang dan alat, menjawab dengan halaman 404, karena sitemap-nya hanya ada di /sitemap-index.xml. Diperbaiki hari itu juga.

7. Amati setelah launching

Di minggu-minggu pertama, periksa laporan Page indexing (halaman baru masuk, halaman lama berkurang karena redirect), redirect masih hidup, sitemap baru sudah dibaca, dan pencarian yang dulu menampilkan website Anda masih menampilkannya. Bandingkan dengan baseline yang sama. Catat setiap perubahan dengan tanggalnya dan apa yang diamati sesudahnya. Kalau belum ada yang bisa diamati, tulis “belum diukur”, jangan diisi dugaan.

Naik-turun posisi untuk sementara tetap bisa terjadi, walaupun semua langkah di atas sudah dikerjakan. Menurut Google, hal itu wajar selama Google membaca ulang website Anda, dan posisinya akan stabil seiring waktu. Yang perlu dicari adalah penurunan yang tidak pulih, dan halaman penting yang hilang dari indeks. Setelah masa itu lewat, pemeriksaan yang sama tetap perlu dilakukan secara berkala, sebagai bagian dari perawatan website.

Daftar periksa

  1. Baseline tersimpan: pencarian, halaman, kunjungan, kecepatan, dengan tanggal.
  2. Semua alamat lama terdaftar, masing-masing dengan keputusan: tetap, pindah, gabung, hapus.
  3. Alamat yang tidak perlu berubah, tidak diubah.
  4. Peta redirect 301, satu alamat lama ke satu alamat baru yang paling dekat.
  5. Satu alamat kanonik; http, https, www mengarah ke sana.
  6. Judul, deskripsi, heading, teks alternatif, dan tautan internal diperiksa di website baru.
  7. Canonical merujuk dirinya sendiri; hreflang diperbarui kalau multibahasa.
  8. Sitemap baru berisi alamat yang benar; noindex dan robots.txt dari staging dicabut.
  9. Setiap baris redirect diuji sebelum dan sesudah launching.
  10. Search Console dipantau di minggu-minggu pertama, dibandingkan dengan baseline.

Desain baru bukan jaminan

Website baru tidak otomatis lebih mudah ditemukan. Yang membuatnya ditemukan sama seperti sebelumnya: halaman yang bisa dibaca Google, isi yang menjawab pertanyaan pelanggan, dan informasi bisnis yang bisa dipercaya. Redesign adalah kesempatan memperbaiki ketiganya, sekaligus risiko merusaknya kalau tidak dijaga. Kalau Anda sedang merencanakannya, jasa pembuatan website kami mencakup redesign, dengan daftar di atas sebagai bagian dari pekerjaannya.